Skip to content

Toga Nainggolan

You're here:Home
Nainggolan Twins Lega Akhirnya Bertemu Papa
Written by Administrator   
Monday, 30 June 2008
Image 
“Kami lega telah bertemu lagi dengan papa, “ demikian Radja Nainggolan ketika dihubungi, Jum’at 22 Februari 2008 di HPnya. Ketika ditelepon sore itu Radja sedang mengemudi mobil menuju training di klubnya Piacenza. Dengan sopan ia minta ijin memparkir kendaraan.

Setelah terdengar dialog dalam bahasa Italia, dia menyatakan siap melanjutkan perbincangan. “Setelah 13 tahun akhirnya, kami bisa bertemu kembali. Papa datang dari Bali ke Italia menemui saya dan Riana ( saudari kembarnya red.)“ demikian ungkap Radja Nainggolan, pebola keturunan Indonesia yang sejak tiga tahun ini bermain untuk klub Serie B Italia.

“Awalnya pertemuan itu sangat aneh sekali, saya hanya bisa menatap papa tanpa bisa berkata banyak. Muatan emosi terus menyelimuti benak ini. Setelah beberapa jam baru suasana menjadi semakin hangat dan sangat akrab.” Demikian Radja Nainggolan menuturkan pertemuan dengan ayahnya, Marianus pada Desember 2007 lalu di Italia.
Selengkapnya...
 
Ribuan anggota Keluarga Besar Nainggolan Hadiri Pelantikan Pengurus KBN Batubara 2008-2013
Written by Administrator   
Friday, 13 June 2008
Feb,Medan (SIB)
Ketua Umum Dewan Penasehat KBN Boru, Bere dan Ibebere Propinsi Sumut Dr Drs RE Nainggolan MM (Kepala Bappedasu) mengajak 300 ribu Keluarga Besar Nainggolan (KBN) boru, bere dan ibebere di Sumut untuk tetap bersatu dan saling menghargai.

Walaupun ke depan banyak tantangan, kita keluarga besar Nainggolan boru, bere dan ibebere harus tetap bersatu sehingga menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat lainnya, kata RE Nainggolan dalam sambutannya pada acara pelantikan pengurus DPC KBN Batubara periode 2008-2013, Sabtu (23/2) di Lapangan Sepakbola Limapuluh, Kabupaten Batubara.

Pengurus KBN Batubara terpilih Ketua St Tongam Nainggolan, Sekretaris St Hisar Buaton Nainggolan STh, Bendahara Erna Br Nainggolan dan pengurus lainnya dilantik oleh Ketua Umum KBN Boru, Bere dan Ibebere Sumut Palar Nainggolan SH (Ketua DPD Demokrat Sumut).
Selengkapnya...
 
R.E Nainggolan : Marga Nainggolan Diminta Membangun Kebersamaan
Written by Administrator   
Tuesday, 03 June 2008
Medan (SIB)
Seluruh marga Nainggolan diajak untuk membangun kebersamaan walaupun masing-masing punya kelemahan dan kelebihan karena kelemahan dan kelebihan itu menjadi sesuatu yang berharga di dalam kebersamaan. Hal itu disampaikan Penasehat Keluarga Besar Nainggolan (KBN) Sumut DR RE Nainggolan MM pada sambutannya saat peresmian Sekretariat KBN Sumut Sabtu (31/5) di Jalan Sei Mencirim Medan.

Ajakan kebersamaan itu disampaikan agar semua marga Nainggolan mengambil peranan dengan memberikan sesuatu kepada KBN. Bagaimana kita membangun komunikasi soal adat istiadat akan dapat kita belajar melalui organisasi KBN.

Dengan adanya KBN Provinsi Sumut patut disyukuri dan ke depan harus dikembangkan dengan baik. Dalam kesempatan itu juga RE Nainggolan menambahkan, bagi pengurus sudah harus mulai melakukan upaya membenahi administrasi, dimana berada dan bermukim marga Nainggolan.
Selengkapnya...
 
Legenda Batu Gantung - Parapat
Written by Administrator   
Thursday, 10 April 2008

Parapat atau Prapat adalah sebuah kota kecil yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Indonesia. Kota kecil yang terletak di tepi Danau Toba ini merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Kota ini memiliki keindahan alam yang sangat mempesona dan didukung oleh akses jalan transportasi yang bagus, sehingga mudah untuk dijangkau.

Kota ini sering digunakan sebagai tempat singgah oleh para wisatawan yang melintas di Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) bagian barat yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Padang. Selain sebagai objek wisata yang eksotis, Parapat juga merupakan sebuah kota yang melegenda di kalangan masyarakat di Sumatera Utara. Dahulu, kota kecil ini merupakan sebuah pekan yang terletak di tepi Danau Toba. Setelah terjadi suatu peristiwa yang sangat mengerikan, tempat itu oleh masyarakat diberi nama Parapat atau Prapat.

Dalam peristiwa itu, muncul sebuah batu yang menyerupai manusia yang berada di tepi Danau Toba. Menurut masyarakat setempat, batu itu merupakan penjelmaan seorang gadis cantik bernama Seruni. Peristiwa apa sebenarnya yang pernah terjadi di pinggiran kota kecil itu? Kenapa gadis cantik itu menjelma  menjadi batu? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Batu Gantung berikut ini!.

Selengkapnya...
 
Kisah Pohon Enau
Written by Administrator   
Thursday, 10 April 2008

Pohon Enau dalam bahasa Indonesia disebut pohon aren, dan sugar palm atau gomuti palm dalam bahasa Inggris. Di Sumatera, tumbuhan ini dikenal dengan berbagai sebutan, di antaranya nau, hanau, peluluk, biluluk, kabung, juk atau ijuk, dan bagot’. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu mendatangkan hasil yang melimpah pada daerah-daerah yang tanahnya subur, terutama pada daerah berketinggian antara 500-800 meter di atas permukaan laut, misalnya di Tanah Karo Sumatera Utara.

Tumbuhan enau atau aren dapat menghasilkan banyak hal, yang menjadikannya populer sebagai tanaman serba-guna, setelah tumbuhan kelapa. Salah satunya adalah tuak(nira). Selain sebagai minuman sehari-hari, tuak memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sosial-budaya bagi sebagian masyarakat Batak di Sumatera Utara, terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi.

Dalam tradisi orang Batak, tuak juga digunakan pada upacara-upacara tertentu, seperti upacara manuan ompu-ompu dan manulangi. Pada upacara manuan ompu-ompu, tuak digunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman yang ditanam di atas tambak orang-orang yang sudah bercucu meninggal dunia.


Selengkapnya...
 
Asal Mula Kolam Sampuraga
Written by Administrator   
Wednesday, 09 April 2008

Alkisah, pada  zaman dahulu kala di daerah Padang Bolak, hiduplah di sebuah gubuk reot seorang janda tua dengan seorang anak laki-lakinya yang bernama Sampuraga. Meskipun  hidup miskin, mereka tetap saling menyayangi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup  sehari-hari, mereka setiap hari bekerja sebagai tenaga upahan di ladang milik  orang lain. Keduanya sangat rajin bekerja dan jujur, sehingga banyak orang kaya  yang suka kepada mereka.

Pada suatu siang, Sampuraga bersama majikannya  beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang setelah bekerja sejak pagi. Sambil menikmati makan siang, mereka berbincang-bincang dalam suasana akrab. Seakan  tidak ada jarak antara majikan dan buruh.

“Wahai, Sampuraga! Usiamu masih sangat muda. Kalau boleh saya menyarankan, sebaiknya kamu pergi ke  sebuah negeri yang sangat subur dan peduduknya hidup makmur,” kata sang  Majikan.

“Negeri manakah yang Tuan maksud?” tanya Sampuraga  penasaran.

“Negeri Mandailing namanya. Di sana, rata-rata penduduknya  memiliki sawah dan ladang. Mereka juga sangat mudah mendapatkan uang dengan cara mendulang emas di sungai, karena tanah di sana memiliki kandungan emas,”  jelas sang Majikan. Keterangan sang Majikan itu melambungkan impian Sampuraga.

Selengkapnya...
 
Asal Mula Danau Si Losung Dan Si Pinggan
Written by Administrator   
Wednesday, 09 April 2008

Alkisah, pada  zaman dahulu di daerah Silahan, Tapanuli Utara, hiduplah sepasang suami-istri  yang memiliki dua orang anak laki-laki. Yang sulung bernama Datu Dalu,  sedangkan yang bungsu bernama Sangmaima. Ayah mereka adalah seorang ahli  pengobatan dan jago silat. Sang Ayah ingin kedua anaknya itu mewarisi keahlian  yang dimilikinya. Oleh karena itu, ia sangat tekun mengajari mereka cara meramu obat dan bermain silat sejak masih kecil, hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi  pemuda yang gagah dan pandai mengobati berbagai macam penyakit.

Pada suatu hari, ayah dan ibu mereka pergi ke hutan untuk  mencari tumbuhan obat-obatan. Akan tetapi saat hari sudah menjelang sore, sepasang  suami-istri itu belum juga kembali. Akhirnya, Datu Dalu dan adiknya memutuskan  untuk mencari kedua orang tua mereka. Sesampainya di hutan, mereka menemukan  kedua orang tua mereka telah tewas diterkam harimau.

Dengan  sekuat tenaga, kedua abang-adik itu membopong orang tua mereka pulang ke rumah.  Usai acara penguburan, ketika hendak membagi harta warisan yang ditinggalkan  oleh orang tua mereka, keduanya baru menyadari bahwa orang tua mereka tidak  memiliki harta benda, kecuali sebuah tombak pusaka. Menurut adat yang berlaku  di daerah itu, apabila orang tua meninggal, maka tombak pusaka jatuh kepada  anak sulung. Sesuai hukum adat tersebut, tombak pusaka itu diberikan kepada Datu  Dalu, sebagai anak sulung.


Selengkapnya...
 
Milis Toga Nainggolan
Written by Administrator   
Saturday, 15 March 2008

Image

Boa-boa: Untuk bisa saling mengenal sesama pomparan ni Raja Nainggolan ataupun ingin bertanya dan berbagi informasi. Jadi bergabunglah ke Mailing-List(Milis) Toga Nainggolan. Addressnya disini:  http://groups.yahoo.com/group/nainggolan/

 

 
Kultur Islam Dan Ugamo Parmalim
Written by Administrator   
Wednesday, 27 February 2008
Ugamo Parmalim menjadi kepercayaan asli etnis Batak, hingga kini masih eksis. Bahkan, di Kecamatan Barus sendiri, seperti penuturan Zuardi Mustafa Simanulang ada desa bernama Kampung Mudik sebagian warganya masih menganut kepercayaan asli itu. Bahkan, penganut Parmalim di sana punya rumah ibadah disebut Parsaktian. Kepercayaan asli etnis Batak itu, menurut Ustadz Djamaluddin sangat dekat hubungannya dengan tradisi dan simbol-simbol agama Samawi, khususnya Islam.

Menurut dia, Parmalim itu bisa jadi merupakan ajaran usianya sudah ribuan tahun, jauh sebelum Islam dan Kristen masuk dan mempengaruhi keyakinan etnis Batak. Dikatakan, saat ini penganut kepercayaan Parmalim memiliki 360 orang dukun yang berfungsi sebagai pembawa upacara keagamaan.  Dari 360 dukun itu, separuh di antaranya (180 orang) menggunakan bacaan pembuka dan penutup mantra (tabas) dengan ucapan mirip bacaan Islam dan Yahudi (Hebrew).

Pembukaan mantra itu kira-kira; "Binsumillah dirakoman dirakomin" dan penutupnya "Yasa Yasu Yausa" Sedangkan separuh di antaranya menggunakan pembuka dan penutup tabas dengan bahasa mirip ucapan Islam. Untuk pembukaan: "Bismillahirrahmanirrahiem" dan penutupnya; "Borkat Kobul Lailaha Illallah" atau "Borkat Kobul Baginda Saidina Ali."
Selengkapnya...
 
Segarkan Kembali Danau Toba Kita
Written by Administrator   
Wednesday, 27 February 2008
Dampak limbah yang dimuntahkan PT Inti Indorayon Utama (IIU) ke Lingkungan Danau Toba dan sekitarnya sangat mengkhawatirkan. Mengembalikan kelestarian lingkungan ternyata tidak mudah. Siapa yang harus bertanggung jawab?
   
Suara mesin penggiling dan penghancur kayu memang nyaris tidak terdengar lagi di kawasan Porsea, Danau Toba. Bau busuk yang menyengat dari mesin pemasak kayu juga tak lagi tercium sampai ke permukiman penduduk. Udara yang masuk menembus rumah-rumah penduduk sekitarnya terasa segar dan tidak ada lagi asap yang menyesakkan.
   
Sejak operasi PT Inti Indorayon Utama dihentikan berdasarkan perintah mantan presiden --waktu itu BJ Habibie-- tertanggal 19 Maret 1999, otomatis proses perusakan lingkungan wilayah di danau terbesar di Indonesia itu bisa dihentikan. Kerusakan lebih parah pun bisa dihindari. Namun untuk mengembalikan kualitas lingkungan seperti sebelum pabrik bubur kertas (pulp)  itu beroperasi, diperlukan waktu, biaya, dan keahlian. Apakah lingkungan akan otomatis berangsur-angsur pulih? Mudah-mudahan saja.
   
Selengkapnya...
 

Latest Comments

Messages:

Latest Message: 1 week ago
  • marudut n : KBN marilah kita dekatkan diri kuta pd tuhan "horas"
  • marudut n : mari kita dekatkan perdamaian melalui KBN
  • marudut n : mari kita bangun naiggolan
  • marudut n : mari kita bangun nainggola
  • gompar_anto@yahoo. : hai porsea............?gimana kabar sewmua
  • lamsihar nainggola : pa kbr smua,..jangan pernah merasa puas tentang apa yang anda miliki..brovo porsea
  • lamsihar nainggola : gmn kbrnya.. smua, mari kita satukan rasa persaudaran kita sebagai nainggolan..succes truz
  • lamsihar : horas porsea
  • Erlangga Hutasuhut : Horas, Bagaimana daftar Link web kami www.hutasuhut.co.cc
  • gompar_nainggolan : mari kita satukan dan jalin persaudaraaan buat semua toga nainggolan]

Related Articles

Visitors :

mod_vvisit_counterToday56
mod_vvisit_counterThis week346
mod_vvisit_counterThis month1823
mod_vvisit_counterAll19464
Visitors Counter 1.0.2